PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK TANI NELAYAN MELALUI DIVERSIFIKASI OLAHAN HASIL PERIKANAN (BAKSO IKAN) DI DESA AREFI, DISTRIK BATANTA, KABUPATEN RAJA AMPAT
DOI:
https://doi.org/10.56942/293y2a72Keywords:
tani nelayan, diversifikasi hasil perikanan,, bakso ikan, Raja AmpatAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani nelayan melalui diversifikasi olahan hasil perikanan berupa bakso ikan di Desa Arefi, Distrik Batanta, Kabupaten Raja Ampat. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat nelayan adalah rendahnya nilai tambah hasil tangkapan ikan karena sebagian besar dijual dalam bentuk segar tanpa pengolahan. Selain itu, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan menjadi kendala dalam pengembangan usaha berbasis perikanan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis, pelatihan manajemen usaha, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami teknik pembuatan bakso ikan yang higienis dan berkualitas. Masyarakat juga memperoleh pengetahuan mengenai pengemasan produk, strategi pemasaran, dan pengelolaan usaha sederhana. Produk bakso ikan yang dihasilkan memiliki cita rasa yang baik, tekstur lembut, dan diterima oleh masyarakat. Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan masyarakat, terbukanya peluang usaha baru, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi produk perikanan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini mampu mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
References
Allen, G. R., & Erdmann, M. V. (2012). Reef fishes of the East Indies. Tuttle Publishing.
Badan Pusat Statistik. (2025). Kabupaten Raja Ampat dalam angka 2025. BPS Kabupaten Raja
Ampat.
Chambers, R. (1995). Poverty and livelihoods: Whose reality counts? Environment and
Urbanization, 7(1), 173–204.
Food and Agriculture Organization. (2020). The state of world fisheries and aquaculture 2020.
FAO.
Huda, N., Shen, Y. H., Huey, Y. L., Ahmad, R., & Mardiah, A. (2010). Evaluation of
physicochemical properties of Malaysian commercial fish sausage. American Journal of Food Technology, 5(1), 13–21.
Jati, N., Sari, D., & Putra, A. (2020). Diversifikasi produk olahan ikan untuk peningkatan
ekonomi masyarakat pesisir. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 150–160.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2021). Laporan pengembangan usaha perikanan
berbasis masyarakat. KKP RI.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2022). Statistik perikanan tangkap Indonesia 2022.
KKP RI.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
Setiawati, A. (2019). Pelatihan pengolahan bakso ikan untuk ibu-ibu nelayan. Jurnal
Komunitas, 11(1), 50–59.
Subhan, A., Yusuf, M., & Rahman, F. (2018). Analisis rantai nilai komoditas perikanan di
wilayah pesisir. Jurnal Agribisnis, 10(1), 70–85.
Winarno, F. G. (2008). Kimia pangan dan gizi. Gramedia Pustaka Utama.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ivonne Martha Leiwakabessy, Jean Anthoni, Hengki Toumahuw, Joni Penda, Denny Petta, Dormauli Br.Gultom, Korneles Ohoiwutun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.